

| Dosis | Package | Price per Dose | Harga | |
|---|---|---|---|---|
| 500mg | 180 pills | IDR52,70 | IDR10.527,02 IDR9.474,32 Harga Terbaik | |
| 500mg | 120 pills | IDR56,26 | IDR7.500,41 IDR6.750,37 | |
| 500mg | 90 pills | IDR59,22 | IDR5.921,31 IDR5.329,18 | |
| 500mg | 60 pills | IDR66,03 | IDR4.408,00 IDR3.967,20 | |
| 500mg | 30 pills | IDR88,82 | IDR2.960,49 IDR2.664,44 | |
| 1000mg | 180 pills | IDR59,22 | IDR11.842,94 IDR10.658,65 Populer | |
| 1000mg | 120 pills | IDR63,66 | IDR8.487,35 IDR7.638,61 | |
| 1000mg | 90 pills | IDR71,65 | IDR7.171,43 IDR6.454,29 | |
| 1000mg | 60 pills | IDR79,94 | IDR5.329,14 IDR4.796,23 | |
| 1000mg | 30 pills | IDR94,75 | IDR3.157,88 IDR2.842,09 |
Ranolazin ditemukan pada akhir 1990-an dan memiliki mekanisme unik: menghambat arus natrium terlambat (INaL) pada sel otot jantung. Penghambatan INaL menurunkan kalsium berlebih, mengurangi distensi diastol, dan menurunkan kebutuhan oksigen miokard meski denyut jantung relatif stabil. Obat ini dipakai sebagai terapi jangka panjang untuk angina stabil pada pasien yang respons terapi konvensional belum memadai.
Secara klinis, Ranolazin tidak termasuk nitrat atau beta-blocker. Ia bekerja sebagai modul arus listrik miokard yang menonjolkan efisiensi pemakaian oksigen otot jantung. Efeknya cenderung tidak meningkatkan denyut atau menurunkan tekanan darah secara langsung, sehingga sering dipakai sebagai tambahan pada rejimen antianginal yang sudah ada.
Dalam kelas antianginal, Ranolazin berbeda karena fokus pada arus natrium terlambat. Obat seperti nitrat, beta-blocker, atau antagonis kalsium kanal bekerja terutama melalui vasodilatasi atau penurunan denyut jantung. Ranolazin tidak menghasilkan vasodilatasi utama, sehingga profil efek sampingnya berbeda dan sering dipakai sebagai pelengkap terapi.
Keamanannya menuntut pemantauan, karena potensi prolong QT jika diberikan dalam dosis berlebih atau dikombinasi dengan obat tertentu. Interaksi dengan enzim CYP3A dan CYP2D6 juga penting diperhatikan saat menggabungkan Ranolazin dengan obat lain.
Ranolazin direkomendasikan sebagai terapi tambahan untuk angina stabil yang tidak tertangani cukup dengan pengobatan standar. Obat ini tidak digunakan untuk serangan angina akut. Efeknya terasa sebagai pengurangan gejala nyeri dada dan peningkatan kapasitas aktivitas pada sebagian pasien, dengan penilaian fungsi hati dan potensi interaksi obat sebelum memulai terapi.
Berikut perbandingan singkat antara Ranolazin, Trimetazidin, dan Ivabradin:
| Obat | Mekanisme utama | Efek pada denyut jantung | Catatan penting |
|---|---|---|---|
| Ranolazin | Penghambat arus natrium terlambat (INaL) | Denyut jantung relatif stabil; efek HR minimal | Berisiko prolong QT pada dosis tinggi; perlu pemantauan interaksi CYP |
| Trimetazidin | Modul metabolik energi sel (substrat oksidatif) | Tidak langsung menurunkan HR | Efek samping umum ringan; hati-hati pada gangguan ginjal/hati |
| Ivabradin | Inhibitor If di simpul sinus | Menurunkan HR secara nyata | Tidak menurunkan tekanan darah; penggunaan perlu dipantau pada ritme/jantung |
Ranolazin umumnya ditoleransi, tetapi beberapa efek samping dilaporkan seperti pusing, mual, gangguan pencernaan, atau perubahan ritme akibat QT. Fungsi hati perlu dipantau, khususnya pada penggunaan jangka panjang. Hindari kombinasi berpotensi kuat dengan obat yang menginhibisi CYP3A tanpa pengawasan dokter. Gunakan dengan cermat pada lansia dan pada pasien dengan gangguan hati atau ginjal serta riwayat kelainan ritme jantung, dan konsultasikan secara berkala dengan tenaga kesehatan untuk pemantauan yang tepat.
14β21 hari. Gratis dari IDR3.300,80 .
5β9 hari. IDR495,12
β10% ketika membayar dengan cryptocurrency.
β10% pada semua pesanan ulang.
Semua pesanan dikemas dalam kotak netral yang tidak bermerek tanpa nama produk di luar.
