Tekanan Darah




Temukan berbagai produk pengontrol tekanan darah terpercaya untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Stok lengkap obat, alat ukur tekanan darah, dan suplemen berkualitas tersedia dengan harga terbaik. Belanja mudah dan cepat di pharma-shop.
Kategori Tekanan Darah merupakan salah satu bagian penting dalam pengobatan hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi harus dikendalikan agar tidak menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Di apotek online, terdapat berbagai obat yang populer digunakan untuk mengatasi masalah ini. Berikut ulasan singkat mengenai beberapa obat tekanan darah yang sering direkomendasikan dan digunakan oleh pasien.
Aceon (Perindopril) adalah obat yang termasuk dalam golongan inhibitor ACE (Angiotensin-Converting Enzyme). Obat ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah dapat turun dan jantung bekerja lebih ringan. Aceon sangat efektif untuk pasien hipertensi dan juga penderita gagal jantung ringan hingga sedang. Efek samping yang umum adalah batuk kering, namun biasanya ringan dan bisa hilang seiring waktu.
Adalat (Nifedipine) dan Procardia adalah obat golongan calcium channel blocker (CCB). Obat ini membantu mengendurkan otot-otot pembuluh darah agar darah dapat mengalir lebih mudah. Adalat bagus untuk pasien yang mengalami hipertensi dan angina. Bentuk sediaan seperti Adalat SR memberikan pelepasan obat secara lambat sehingga efeknya bertahan cukup lama. Efek samping bisa berupa kemerahan pada wajah, pembengkakan di pergelangan kaki, dan sedikit pusing.
Aldactone (Spironolactone) adalah diuretik penghemat kalium. Selain menurunkan tekanan darah, Aldactone membantu mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh. Obat ini sering digunakan sebagai tambahan terapi pada pasien dengan tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan. Efek samping dapat berupa nyeri perut, perubahan nafsu makan, dan kadang kelainan hormon seperti ginekomastia pada pria.
Altace (Ramipril) serupa dengan Aceon, termasuk inhibitor ACE yang sangat populer. Altace tidak hanya menurunkan tekanan darah tetapi juga melindungi fungsi ginjal dan jantung. Cocok dipakai oleh pasien hipertensi dengan risiko penyakit jantung. Biasanya pemberian dimulai dengan dosis kecil untuk menghindari penurunan tekanan darah yang tiba-tiba. Efek samping batuk juga cukup sering ditemui.
Avapro (Irbesartan) adalah obat golongan ARB (Angiotensin II Receptor Blocker). Obat ini memiliki efek mirip dengan inhibitor ACE tetapi lebih jarang menimbulkan batuk kering. Avapro efektif dalam menurunkan tekanan darah dan melindungi ginjal terutama pada penderita diabetes. Obat ini sering menjadi pilihan alternatif bagi pasien yang tidak toleran terhadap ACE inhibitor.
Beloc (Metoprolol), Lopressor, dan Toprol merupakan beta blocker yang membantu menurunkan detak jantung dan kekuatan kontraksi jantung. Obat ini efektif menurunkan tekanan darah dan sering diberikan pada pasien dengan penyakit jantung penyerta seperti angina dan gagal jantung. Penggunaan beta blocker harus diawasi dengan ketat terutama pada pasien dengan asma karena dapat memperburuk kondisi.
Cozaar (Losartan) juga merupakan ARB yang cukup populer. Obat ini membantu melebarkan pembuluh darah dan mengurangi beban kerja jantung. Cozaar sering digunakan sebagai pilihan utama pada pasien yang mengalami efek samping berupa batuk saat memakai inhibitor ACE. Manfaat tambahan termasuk perlindungan ginjal, terutama pada pasien diabetes tipe 2.
Esidrix (Hidroklorotiazid) dan Microzide adalah diuretik thiazide yang sering digunakan sebagai terapi lini pertama dalam hipertensi. Keduanya membantu tubuh mengeluarkan garam dan air berlebih sehingga menurunkan tekanan darah. Efek samping yang perlu diperhatikan adalah gangguan elektrolit seperti penurunan kadar kalium dan natrium dalam darah.
Hyzaar adalah kombinasi dari losartan dan hidroklorotiazid, memberikan manfaat ganda dalam menurunkan tekanan darah. Gabungan kedua obat ini biasanya digunakan ketika terapi tunggal tidak cukup efektif. Pasien harus mengontrol kadar elektrolit secara rutin saat menggunakan obat kombinasi ini.
Norvasc (Amlodipine) adalah calcium channel blocker yang juga sangat sering diresepkan. Norvasc memiliki efek penurunan tekanan darah yang lama sehingga cukup diminum sehari sekali. Obat ini toleran bagi kebanyakan pasien dan lebih sedikit menimbulkan pembengkakan dibandingkan obat CCB lain. Namun, pembengkakan pada kaki masih dapat terjadi sebagai efek samping.
Prinivil (Lisinopril) dan Zestril adalah inhibitor ACE lain yang umum digunakan. Mereka berfungsi menekan sistem renin-angiotensin sehingga pembuluh darah lebih lebar dan tekanan darah turun. Obat ini juga memberikan perlindungan jangka panjang untuk jantung dan ginjal. Batuk kering merupakan efek samping paling umum, namun efek negatif lain jarang terjadi.
Zebeta (Bisoprolol)
Selain itu, kombinasi obat seperti Combipres yang mengandung clonidine dan obat lain juga banyak digunakan. Clonidine sendiri merupakan obat yang mengendalikan aktivitas saraf simpatik sehingga menurunkan tekanan darah. Kombinasi ini sering dipilih pada kasus hipertensi yang sulit diatur dengan obat tunggal.
Catapres (clonidine) berfungsi sebagai agonis alfa-2 adrenergik. Obat ini membantu menurunkan aktivitas saraf simpatik sehingga pembuluh darah melebar dan tekanan darah turun. Namun, catapres memiliki efek samping kantuk dan mulut kering, sehingga pemakaian harus di bawah pengawasan dokter.
Penggunaan obat tekanan darah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Tidak semua obat cocok untuk semua penderita hipertensi. Pengawasan medis yang rutin penting agar fungsi ginjal, elektrolit darah, dan tekanan darah dapat terkontrol dengan baik. Efek samping harus segera dilaporkan agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat.
Kategori Tekanan Darah di apotek online menyediakan berbagai pilihan obat yang terbukti aman dan efektif. Pasien disarankan untuk konsultasi terlebih dahulu sebelum membeli obat, agar didapatkan terapi yang sesuai dan aman.