Kardiovaskular

Micardis
Micardis

From IDR27,83 per dose

Coumadin
Coumadin

From IDR14,80 per dose

Cartia Xt
Cartia Xt

From IDR71,36 per dose

Cardizem
Cardizem

From IDR16,58 per dose

Lanoxin
Lanoxin

From IDR14,21 per dose

Cardarone
Cardarone

From IDR55,07 per dose

Nimotop
Nimotop

From IDR30,50 per dose

Samsca
Samsca

From IDR174,69 per dose

Plavix
Plavix

From IDR26,65 per dose

Lisinopril
Lisinopril

From IDR19,25 per dose

Altace
Altace

From IDR21,32 per dose

Temukan berbagai produk kesehatan kardiovaskular terpercaya untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Pilihan suplemen, obat, dan alat pemantau tekanan darah dari merek terkemuka, siap mendukung kenyamanan dan vitalitas harian Anda. Belanja sekarang dan jaga kesehatan jantung dengan mudah.

Kardiovaskular adalah kategori obat yang penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Obat-obatan dalam kategori ini digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi seperti hipertensi, aritmia, gagal jantung, dan penyakit arteri koroner. Di apotek online, tersedia berbagai jenis obat kardiovaskular yang populer dan sering diresepkan oleh dokter. Berikut adalah ulasan singkat tentang beberapa obat dalam kategori kardiovaskular yang banyak digunakan.

Altace adalah obat yang mengandung ramipril. Obat ini termasuk kelas inhibitor ACE yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Altace membantu melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun dan jantung bekerja lebih ringan. Altace juga dapat digunakan untuk mencegah komplikasi setelah serangan jantung. Efek samping yang mungkin terjadi termasuk pusing, batuk kering, dan kelelahan.

Cardarone dan Cordarone merupakan nama dagang dari amiodarone. Obat ini digunakan untuk mengobati aritmia atau gangguan irama jantung yang serius. Amiodarone bekerja dengan menstabilkan ritme jantung agar tetap normal. Penggunaan amiodarone memerlukan pengawasan ketat karena efek sampingnya bisa berat, seperti gangguan tiroid, gangguan paru, dan gangguan hati. Namun, bagi pasien dengan kondisi aritmia berat, Cardarone merupakan pilihan yang efektif.

Cardizem dan Cartia XT mengandung diltiazem. Obat ini termasuk golongan calcium channel blockers yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mengobati angina (nyeri dada). Diltiazem bekerja dengan melebarkan arteri sehingga aliran darah ke jantung meningkat. Penggunaan obat ini dapat mengurangi risiko serangan jantung dan membantu mengendalikan denyut jantung. Efek samping dapat berupa pusing, pembengkakan kaki, dan jantung berdebar.

Coumadin (warfarin) adalah obat antikoagulan yang terkenal. Obat ini digunakan untuk mencegah pembekuan darah pada kondisi seperti fibrilasi atrium dan trombosis vena dalam. Penggunaan Coumadin harus hati-hati karena dosis harus tepat agar tidak terjadi perdarahan. Pasien yang menggunakan Coumadin biasanya harus melakukan pemeriksaan darah rutin untuk memonitor efektivitas dan menghindari komplikasi.

Lanoxin (digoxin) merupakan obat yang digunakan untuk mengobati gagal jantung dan beberapa jenis aritmia. Digoxin bekerja dengan meningkatkan kekuatan kontraksi jantung dan memperlambat denyut jantung. Meskipun efektif, digoxin memiliki jendela terapeutik yang sempit sehingga dosis harus diatur dengan cermat. Efek samping seperti mual, gangguan penglihatan, dan gangguan irama jantung bisa terjadi jika dosis terlalu tinggi.

Lisinopril adalah obat lain dari golongan inhibitor ACE. Sama seperti Altace, lisinopril digunakan untuk mengobati hipertensi dan gagal jantung. Obat ini membantu mengurangi beban kerja jantung dan mencegah kerusakan organ akibat tekanan darah tinggi. Lisinopril juga diketahui punya efek melindungi ginjal, sehingga sering diresepkan kepada pasien diabetes yang memiliki risiko kerusakan ginjal.

Micardis mengandung telmisartan, yang termasuk kelompok ARB (angiotensin receptor blocker). Micardis digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan melindungi jantung serta ginjal. Micardis biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa menggunakan inhibitor ACE karena efek samping seperti batuk. Obat ini bekerja dengan menghambat efek angiotensin II yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Nimotop adalah obat yang mengandung nimodipine, termasuk golongan calcium channel blocker. Obat ini biasanya digunakan untuk mencegah kerusakan otak setelah perdarahan subarachnoid. Nimotop membantu melebarkan pembuluh darah di otak sehingga aliran darah lebih baik. Nimotop juga dapat digunakan dalam pengobatan kondisi kardiovaskular tertentu sesuai anjuran dokter.

Plavix mengandung clopidogrel, obat antiplatelet yang sangat populer. Plavix digunakan untuk mencegah pembekuan darah pada pasien yang memiliki risiko tinggi serangan jantung atau stroke. Obat ini menghentikan platelet agar tidak menempel satu sama lain dan membentuk gumpalan darah. Efek samping Plavix biasanya ringan, seperti gangguan pencernaan dan memar mudah.

Samsca mengandung tolvaptan, yang digunakan untuk mengobati retensi cairan pada pasien dengan gagal jantung. Samsca bekerja dengan meningkatkan pengeluaran air tanpa menghilangkan garam. Obat ini membantu mengurangi pembengkakan dan sesak nafas pada pasien gagal jantung. Penggunaan Samsca harus di bawah pengawasan medis karena berpotensi menyebabkan gangguan elektrolit.

Secara keseluruhan, obat kardiovaskular di apotek online menawarkan berbagai pilihan untuk mengobati dan mengelola penyakit jantung dan pembuluh darah. Pemilihan obat harus berdasarkan diagnosis medis dan pengawasan dokter. Penggunaan obat sesuai dosis dan aturan sangat penting untuk menghindari efek samping dan mendapatkan hasil yang optimal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai pengobatan kardiovaskular.