

| Dosis | Package | Price per Dose | Harga | |
|---|---|---|---|---|
| 250mg | 90 pill | IDR15,69 | IDR1.671,64 IDR1.420,90 Harga Terbaik | |
| 250mg | 60 pill | IDR20,43 | IDR1.427,81 IDR1.213,64 | |
| 500mg | 90 pill | IDR28,13 | IDR2.995,30 IDR2.546,01 Populer | |
| 500mg | 60 pill | IDR30,50 | IDR2.159,31 IDR1.835,41 | |
| 500mg | 30 pill | IDR37,90 | IDR1.323,31 IDR1.124,81 |
Eritromisin adalah antibiotik yang termasuk dalam golongan makrolida. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, termasuk infeksi pada saluran pernapasan, kulit, dan jaringan lunak. Eritromisin bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri, sehingga membantu sistem imun tubuh dalam melawan infeksi. Obat ini sering diresepkan oleh dokter sebagai alternatif bagi individu yang tidak dapat mengonsumsi penisilin, karena adanya alergi dengan antibiotik tersebut.
Eritromisin bekerja dengan cara mengikat subunit kecil dari ribosom bakteri, sehingga mencegah sintesis protein yang diperlukan untuk pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Dengan menghambat proses ini, bakteri tidak dapat berkembang biak dan akhirnya mati. Efektivitas eritromisin sangat tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Obat ini biasanya efektif melawan bakteri gram positif, seperti streptococcus dan staphylococcus, serta beberapa bakteri gram negatif. Penggunaan yang tepat dan sesuai dosis sangat penting agar obat ini bekerja maksimal dan mencegah resistensi.
Tablet eritromisin biasanya dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Dosis umumnya tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan kondisi pasien. Untuk dewasa, dosis yang umum adalah 250 mg hingga 500 mg setiap 6 jam. Pada beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan dosis yang berbeda atau waktu penggunaannya. Penting untuk menyelesaikan seluruh pengobatan sesuai petunjuk, meskipun gejala sudah membaik sebelum waktunya. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri dan mengurangi efektivitas obat di masa depan.
Seperti semua obat, eritromisin juga memiliki kemungkinan efek samping. Beberapa yang paling umum meliputi mual, muntah, diare, dan gangguan pencernaan. Dalam kasus yang jarang, bisa terjadi reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau pembengkakan pada wajah dan tenggorokan. Penggunaan eritromisin juga harus hati-hati pada pasien dengan gangguan hati karena metabolisme obat ini diproses melalui hati. Selain itu, eritromisin dapat berinteraksi dengan obat lain, seperti obat pasien yang mengonsumsi obat antiaritmia atau pengencer darah, sehingga harus selalu memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang digunakan.
Perlu berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan eritromisin, terutama jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik lain. Segera hubungi dokter jika terjadi efek samping yang tidak biasa atau reaksi alergi. Jangan mengobati sendiri atau menggunakan obat ini tanpa resep dokter, karena penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri dan komplikasi lainnya. Pastikan mengikuti petunjuk dosis dan durasi pengobatan agar hasilnya maksimal dan aman.
Eritromisin harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan menggunakan obat yang sudah kedaluwarsa karena efektivitasnya dapat berkurang dan risiko efek samping meningkat. Jika mengalami gangguan pencernaan parah atau reaksi yang tidak diinginkan, hentikan penggunaan dan konsultasikan ke apoteker atau dokter. Penting juga untuk melaporkan semua obat yang sedang digunakan agar menghindari interaksi yang tidak diinginkan. Dengan penggunaan yang tepat, eritromisin dapat menjadi pilihan yang efektif untuk mengobati infeksi bakteri.
14β21 hari. Gratis dari IDR3.300,80 .
5β9 hari. IDR495,12
β10% ketika membayar dengan cryptocurrency.
β10% pada semua pesanan ulang.
Semua pesanan dikemas dalam kotak netral yang tidak bermerek tanpa nama produk di luar.