

| Dosis | Package | Price per Dose | Harga | |
|---|---|---|---|---|
| 300mg | 360 pill | IDR22,21 | IDR9.404,60 IDR7.993,91 Harga Terbaik Populer | |
| 300mg | 180 pill | IDR24,87 | IDR5.259,46 IDR4.470,54 | |
| 300mg | 120 pill | IDR28,42 | IDR4.005,46 IDR3.404,64 | |
| 300mg | 90 pill | IDR30,79 | IDR3.273,97 IDR2.782,87 | |
| 300mg | 60 pill | IDR34,35 | IDR2.437,97 IDR2.072,28 | |
| 300mg | 30 pill | IDR39,38 | IDR1.392,98 IDR1.184,03 |
Lithium adalah unsur kimia yang termasuk dalam golongan logam alkali. Dalam dunia kedokteran, lithium biasanya digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan mental tertentu, terutama gangguan bipolar. Ia bekerja dengan menstabilkan suasana hati dan mengurangi fase mania serta depresi yang sering dialami penderita bipolar. Lithium telah digunakan selama beberapa dekade dan terbukti efektif dalam mengontrol gejala gangguan tersebut. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul yang harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.
Mekanisme kerja lithium tidak sepenuhnya dipahami secara rinci. Namun, diketahui bahwa lithium berpengaruh pada stabilisasi neurotransmitter di otak, seperti serotonin dan norepinephrine. Ia juga dapat memodifikasi sinyal yang dikirimkan antar neuron, sehingga membantu mengurangi fluktuasi suasana hati yang ekstrem. Lithium diketahui meningkatkan hubungan antara neuron dan memperbaiki fungsi otak yang terganggu pada penderita bipolar. Selain itu, lithium memiliki efek neuroprotektif yang dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan.
Penggunaan lithium sangat bermanfaat dalam mengendalikan gejala bipolar. Ia dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas episode mania dan depresi. Banyak pasien melaporkan perbaikan signifikan dalam stabilitas suasana hati setelah menjalani pengobatan dengan lithium. Selain itu, lithium dapat membantu mencegah kekambuhan masalah kesehatan mental ini dalam jangka panjang. Penggunaan lithium secara teratur sesuai dengan dosis yang dianjurkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan bipolar secara keseluruhan.
Meskipun memiliki manfaat besar, penggunaan lithium juga memiliki potensi efek samping. Beberapa efek yang umum meliputi tremor, mulut kering, meningkatnya rasa haus, dan gangguan pencernaan seperti mual dan diare. Efek samping yang lebih serius bisa terjadi jika kadar lithium dalam darah tidak dipantau dengan baik, termasuk kerusakan ginjal dan gangguan tiroid. Oleh karena itu, penting melakukan pemeriksaan darah secara rutin saat menjalani terapi lithium. Pasien dengan kondisi ginjal atau tiroid harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memulai pengobatan ini.
Dosis lithium biasanya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respons tubuh pasien. Dokter akan memulai dengan dosis rendah dan secara bertahap meningkat untuk memantau efeknya. Pasien harus mengikuti jadwal pemeriksaan darah secara ketat agar kadar lithium tetap dalam batas aman. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat menyebabkan kekambuhan gangguan mental. Penggunaan lithium harus dilakukan di bawah pengawasan medis ketat untuk memastikan manfaat maksimal dan risiko minimal.
14β21 hari. Gratis dari IDR3.300,80 .
5β9 hari. IDR495,12
β10% ketika membayar dengan cryptocurrency.
β10% pada semua pesanan ulang.
Semua pesanan dikemas dalam kotak netral yang tidak bermerek tanpa nama produk di luar.